Kenali Prosedur Jual Beli Tanah yang Tepa「Baccarat account opening」t

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Pooch sports open website

DapaBaccarat account openBaccarat account openingingtkan informasi, inspirasi dan insight di email kamBaccarat accoBaccarat account openingUnt openingu.

Daftarkan email

Menurut Agus sengketa lahan yang banyak terjadi di lapangan biasanya dipicu oleh jual beli tanah dengan sertifikat dengan status tanahnya yang kurang jelas. 

"Karena itu, keterlibatan PPAT atau melakukan jual beli di hadapan PPAT itu sangat penting untuk menghindari dari sengketa tanah di kemudian hari," kata Agus. 

Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (Dirjen PSKP) Kementerian ATR/BPN .B Agus Widjayanto mengatkan, berdasarkan pasal 16 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) dijelaskan bahwa macam-macam hak atas tanah yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai.

“Itu yang tertuang di pasal 16 UUPA, selain macam hak atas tanah tersebut itu tidak ada,” ujar Agus.

"Bisa sertifikatnya yang tidak benar maupun alas haknya yang tidak benar. Oleh karena itu salah satu sertifikatnya dapat dibatalkan,” imbuhnya.

Baca juga: Mau Tahu Strategi Pemerintah Berantas Praktik Mafia Tanah? Cek di Sini

Baca juga: Pemerintah Lambat Urus Tanah, Milenial Hampir Mustahil Punya Rumah

Masyarakat harus lebih teliti sebelum membeli tanah. Selain itu juga mengerti stasus serta identitas tanah secara lengkap.

Satu bidang tanah hanya ada satu sertifikat. Jika ada sertifikat lain maka sudah dipastikan itu tidak sah.

Jika tidak ada sita dan sengketa, baru dipastikan aman dan akan dilakukan pembuatan akta jual beli, dan mendapat sah balik nama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses jual beli maupun peralihan aset tanah yang tidak sesuai prosedur sering kali menjadi penyebab dari maraknya kasus sengketa tanah. 

Selanjutnya, jual beli tanah juga harus dilakukan dengan melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang akan melakukan pengecekan status tanah tersebut ke Kantor Pertanahan setempat.