Kenapa Korea Terbagi Menjadi Utara 「Baccarat Website」dan Selatan?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Pooch sports open website

Baccarat WebsiteameriBaccarat WebsiteBaccarat Websiteka Serikat yaBaccarat Websiteng saat itu tidak memiliki pangkalan militer di Korea, merasa ketakutan mendengar Uni Soviet telah berhasil masuk ke Korea dan menghancurkan pertahanan Jepang.

Baca juga: Julukan Negara-negara ASEAN

Pertempuran berakhir dengan gencatan senjata yang akhirnya memunculkan Zona Demiliterisasi. Tidak hanya itu, sepanjang paralel 38 dijaga ketat oleh pasukan militer kedua negara.

Pada pertengahan 1950, DPRK beserta Uni Soviet menyerang ROK, untuk menjadikan kedua wilayah ini satu di bawah ideologi komunisme.

 KOMPAS.com - Selama berabad-abad, Korea telah menjadi negara penguasa daerah Semenanjung Korea dan sekitarnya. Namun, semuanya berubah sejak Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Pada 1947, PBB mengadakan pemilihan pemerintahan di bagian utara dan selatan Korea. Namun, pemilihan ini tidak berjalan lancar karena Uni Soviet memblokir sistem pemilu di bagian Utara Korea.

Agar Uni Soviet tidak sepenuhnya menguasai Semenanjung Korea, Amerika Serikat menyarankan pembagian sementara wilayah kekuasaan dua negara tersebut di Korea.

Charles Bonesteel, Kolonel Tentara Amerika Serikat bersama Dean Rusk, calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, diminta untuk menyarankan garis pemisah antara negaranya dengan Uni Soviet, yang saat itu telah berada di wilayah utara Korea.

Setahun kemudian, Uni Soviet dan Amerika Serikat sepakat menarik pasukannya dari Semenanjung Korea. Pertempuran antara bagian Utara dan Selatan sering terjadi, khususnya di daerah batas pemisah.

Mengutip dari Investopedia, saat Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, secara perlahan Uni Soviet terus bergerak maju ke Korea. Tentara Uni Soviet terus membombardir pertahanan Jepang di Korea.

Dilansir dari History, kini Korea Selatan dan Utara telah menjadi negara yang berdiri sendiri. Korea Selatan yang dikenal dengan budaya Kpop dan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Kapitalisme Amerika Serikat dan komunisme Uni Soviet, mulai memengaruhi kedua wilayah di Korea tersebut. Pengaruh ideologi ini membawa perubahan besar bagi Korea di kemudian hari.

Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II menumbuhkan semangat orang Korea untuk memerdekakan diri dari segala bentuk penjajahan. Sayangnya, mereka tidak menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.

Awalnya Semenanjung Korea berada di bawah kekuasaan Dinasti Joseon, selama kurang lebih 500 tahun. Kekuasaan ini berakhir saat Jepang menduduki wilayah Korea sejak 1910 hingga 1945.

Sedangkan Korea Utara yang dikenal sebagai negara terisolasi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah. Tidak hanya itu, perbedaan ideologi kedua negara ini masih bisa dilihat dengan jelas.

Hal ini semakin diperkuat dengan diangkatnya Kim Il Sung sebagai Kepala Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), oleh Uni Soviet. Sedangkan di bagian selatan, Syngman Rhee didukung oleh Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Republik Korea (ROK).

Perlu dicatat, pemisahan ini hanya bersifat administratif saja dan Korea akan disatukan kembali di bawah pemerintahan baru.

Baca juga: Thailand, Negara ASEAN yang Tidak Pernah Dijajah

Akhirnya pihak Amerika Serikat mengusulkan paralel 38 atau garis lintang 38º LU, setelah melihat peta Korea. Mereka memastikan jika batas pemisahnya cukup menonjol dan Seoul berada di wilayahnya. Usulan ini disetujui oleh Uni Soviet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

PBB yang mengetahui hal ini tidak tinggal diam, Amerika Serikat beserta pasukan 15 negara lainnya datang ke Korea Selatan sebagai bala bantuan.

Baca juga: Myanmar, Satu-satunya Negara Asia Tenggara yang Punya Iklim Subtropis