American Casino_Texas Hold'em Online_Live Casino Baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Pooch sports open website

KWWeide official websiteeide official websiteamu pWeide official websiWeide official websiteteernah traveling berdua bareng ibumu? Atau nggak, dalam satu rombongan open trip ada satu atau beberapa emak-emak yang turut tergabung? Kamu pasti pernah mengamati tingkah laku mereka. Jadi kesel atau malah bahagia? Hehe. Semoga tujuh kelakuan yang identik dengan emak-emak saat traveling ini bisa bikin kamu nostalgia dan tertawa. Bener begini nggak ya?

“Mbak-mbak, itu pacaran kok di tempat begini ya? Kaya nggak ada tempat lain lagi aja. Kamu jangan begitu ya, nggak usah mesra-mesraan di tempat umum, lalalaa…”

Begitulah kurang lebih nyinyiran dan komentar khas emak-emak terhadap apa yang mereka dapati di sekitar. Siapin telinga baik-baik ya. Sabar juga jangan lupa.

mereka bakal lebih tertarik sama kain dibanding sama budaya via brilio.net

“Ya ampun mbak, itu anak masih muda kok ngamen sih. Bagus memang suaranya, tapi ‘kan harusnya dia bisa cari kerja apa kek yang lebih menjanjikan lainnya. Anak muda kok males.”

“Duh baterai hape habis nih. Pulang dulu ke penginapan ya, kalau udah penuh nanti jalan lagi.”

“Gamelan Bali dan pertunjukan Barongnya udah mulai, tapi kok Mama nggak ceria ya? Wajahnya bosan gitu, bibirnya juga cemberut, duh lama-lama malah ketiduran entar. Gimana nih?”

Jadi, sudah cukup nostalgianya? Atau malah kangen mau bikin rencana traveling bareng emak sendiri atau bahkan rombongan emak-emak lainnya? Hehehee. Kalau punya pengalaman lain tentang traveling bareng emak-emak, share di kolom komentar ya.

“Jangan, itu terlalu mendadak, nanti banyak yang ketinggalan. Kita harus bawa payung, hairdryer, abon juga, kecap, lalalala..”

Namanya emak-emak, berkebalikan dengan poin sebelumnya, mereka akan terlihat bosan dan tak tertarik dengan momen berwisata, apalagi menikmati atraksi budaya. Kalau setelah itu kamu ajak mereka belanja, dijamin pasti matanya langsung berbinar cerah. Keluhan tentang mengantuk, tubuh yang capek setelah perjalanan jauh pun mendadak hilang seketika. Mereka juga akan bawel kalau ada hal-hal yang terjadi di luar rencananya.

Yaa, seperti itulah misalnya… Elus-elus dada deh.

ati-ati kalau di jalan ketemu beginian via lucu.me

“Kan masih dua minggu lagi Ma, packing malemnya sebelum berangkat juga bisa.”

Walaupun masa mudanya dulu mereka adalah seorang pendaki misalnya, tetep aja jangan ajak trekking lagi pas umurnya sudah 40 tahun ke atas. Apalagi setelah lama nggak pernah olahraga, kemampuan fisik atau tenaganya sudah beda. Apalagi kalau ternyata kamu mengejar sunrise di sebuah bukit, mending kamu berangkat sendiri aja. Prioritas antara emak-emak dan traveller muda tentu saja berbeda. Bukan lagi destinasinya yang penting, tapi belanja, makin ke sini juga mereka makin suka selfie. Bukan begitu?

Makin kemari, rasa-rasanya traveling jadi kata terseksi yang cukup populer dan mungkin bisa disejajarkan dengan kata selfie. Mendadak semua orang jadi penggila traveling, mendadak semua orang jadi merasa butuh piknik dan memproklamirkan diri sebagai seorang traveler. Tak hanya para ABG dan dewasa muda saja yang menggemari kegiatan ini, bahkan mereka yang sudah masuk golongan ‘emak-emak’ pun nyatanya juga ikut-ikutan.

Sudah jadi rahasia umum, kalau emak-emak Indonesia itu jagoan belanja. Ketika mengunjungi tempat wisata, percayalah, hal pertama yang dicari pasti tempat belanja. Pun ketika kembali ke tempat asal, belanja akan tetap jadi agenda utama. Kalau kamu pernah berwisata bareng emak-emak begini, kamu pasti paham, mereka akan jauh lebih histeris dan antusias ketika masuk ke tempat belanja dibanding tempat wisatanya sendiri, apalagi wisata budaya. Yang sabar ya kamu.

Ibu-ibu atau emak-emak pasti diidentikkan dengan kata cerewet dan nyinyir. Nggak cuma ke tetangga, saudara sendiri, dan bahkan orang nggak dikenal sekalipun.

Sebagian besar orang pasti sepakat kalau musuh bebuyutan di jalan raya ialah emak-emak pengendara motor. Entah mereka yang sering berkendara tanpa helm, tak paham betul tentang teknologi motor yang mereka kendarai sendiri, lampu sein misalnya, dan banyak hal lain. Kalau sendiri aja sudah membahayakan dan dibilang penguasa jalanan, apa kabar kalau mereka touring rombongan? Mending kamu minggir dulu, istirahat sampai mereka lewat ya.

“Duh, tali sandal putus nih. Dek, cari toko sandal dulu ya. Mama bawa sepatu sih, tapi nggak asik kalau pakai sepatu ah, pengennya sandal.”

“Eh, packing yuk Dil habis makan, ‘kan kita mau ke Jogja.”

Namanya aja emak-emak, setiap mau traveling, entah itu ke luar kota dan apalagi ke luar negeri, packing akan menjadi momen paling sibuk bagi mereka. Segala-galanya dibawa. Maklum, kalau dalam keluarga biasanya jadi seksi perlengkapan. Yang paling ngeselin sih, ketika ternyata perginya masih lama, dan dia sudah sangat heboh memasukkan segalanya ke dalam koper. Eh pas hari H malah dibongkar ulang, yang lihat pasti kesel deh. Kalau bawaan banyak dibawa sendiri sih nggak papa, ujung-ujungnya ternyata yang lihat jadi nggak tega. Nanti dibilang durhaka, duh emak~